Caption: _PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil catatkan kinerja positif melalui pengeboran Sumur Infil Menggala South-21 di Wilayah Kerja (WK) Rokan), yang berhasil diselesaikan pada 19 Juli 2026_(PHR)
PEKANBARU ( Detikperjuangan.id) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional. Melalui pengeboran sumur infill Menggala South-21 di Wilayah Kerja (WK) Rokan, PHR berhasil memperoleh potensi produksi awal sebesar 2.035 barel minyak per hari (BOPD) dengan water cut 0 persen, yang menunjukkan kualitas produksi minyak sangat baik.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting dalam strategi PHR mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi minyak nasional dari lapangan-lapangan eksisting di Blok Rokan. Sumur Menggala South-21 merupakan sumur infill berarah tipe J yang menyasar reservoir Formasi Menggala pada kedalaman sekitar 4.146 kaki.
Proses pengeboran tidak berlangsung mudah. Tim PHR harus menghadapi berbagai tantangan teknis, mulai dari long open hole section, potensi sloughing shale, loss circulation, fault crossing, hingga risiko differential sticking pada interval produksi. Berkat perencanaan yang matang, penerapan teknologi pengeboran yang tepat, serta kolaborasi lintas fungsi, seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan secara aman, efisien, dan andal.
General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan Sumur Menggala South-21 menjadi bukti bahwa lapangan-lapangan eksisting di Blok Rokan masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
"Keberhasilan Sumur Menggala South-21 menunjukkan bahwa pengembangan lapangan eksisting di Blok Rokan masih memiliki potensi yang sangat baik. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang mampu mengeksekusi program pengeboran secara selamat, efisien, dan berkualitas sehingga memberikan tambahan potensi produksi yang signifikan bagi perusahaan dan negara," ujarnya.
Pengeboran sumur dimulai pada Juni 2026 dan rampung pada 19 Juli 2026. Selain menghasilkan potensi produksi yang tinggi, proyek ini juga mencatatkan kinerja operasional yang membanggakan dengan penyelesaian pekerjaan 9 persen lebih cepat dari target serta menciptakan efisiensi biaya hingga 44 persen. Seluruh operasi menggunakan Rig GW-337 berkapasitas 550 HP Electric Rig juga berlangsung tanpa insiden keselamatan kerja.
Capaian tersebut semakin memperkuat optimisme PHR terhadap potensi pengembangan lapangan di area Menggala dan sekitarnya. Ke depan, perusahaan akan terus melakukan evaluasi subsurface dan optimasi pengembangan lapangan guna meningkatkan produksi migas nasional secara berkelanjutan.
PHR menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan kegiatan eksplorasi, pengeboran, dan pengembangan lapangan secara prudent, berbasis teknologi dan data, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, keandalan operasi, serta keberlanjutan demi mendukung target produksi migas nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.(***)



Posting Komentar