MANDAU (Detikperjuangan.id) – Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bengkalis, H. Misno Syakirin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan kolaborasi budaya lintas suku yang digelar oleh Generasi Muda Satu Atap di Kecamatan Mandau.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam menjaga keberagaman, mempererat persatuan antarsuku, sekaligus meneruskan warisan budaya kepada generasi muda.
Ha itu disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan pembukaan Budaya Serumpun dan Festival Lagu Melayu yang ditaja Generasi Muda Satu Atap pada Kamis (5/11/26) di Duri .
Pada kesempatan itu Misno menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tahunan tersebut. Ia menilai, terselenggaranya kegiatan ini patut diapresiasi, terlebih di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan.
"Atas nama DPRD Kabupaten Bengkalis, kami menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya kegiatan ini. Di tengah kondisi fiskal daerah yang tidak baik-baik saja, kegiatan tahunan seperti ini masih dapat dilaksanakan," ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bengkalis dapat memberikan perhatian dan dukungan terhadap keberlangsungan kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang.
Misno juga menyampaikan ucapan selamat kepada Generasi Muda Satu Atap yang telah melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik dan sukses.
Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para tokoh adat dan generasi tua, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda sebagai penerus estafet kebudayaan.
Misno menekankan pentingnya menjaga dan memahami keberagaman budaya yang hidup di Kabupaten Bengkalis, mulai dari budaya Sakai, Batak, Minangkabau, Melayu dan berbagai budaya lainnya.
"Kolaborasi ini harus menjadi satu kekuatan dan energi yang mampu membuat generasi berikutnya semakin kuat, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pembangunan Kabupaten Bengkalis," tuturnya.
Selain pelestarian budaya, Misno juga menyoroti keberadaan stan-stan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang turut meramaikan kegiatan tersebut.
Ia menilai, kegiatan budaya seperti ini tidak seharusnya hanya menjadi agenda pertemuan tahunan, tetapi juga perlu dimanfaatkan sebagai ruang promosi, pengembangan usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pelaku UMKM perlu mendapatkan dukungan berupa pelatihan, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembinaan agar mampu mengembangkan usaha secara mandiri.
Misno menjelaskan, penguatan sektor UMKM juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bengkalis.
Ia turut menyinggung kondisi keuangan daerah yang masih bergantung pada dana transfer, termasuk Dana Bagi Hasil (DBH), serta dampak kebijakan efisiensi anggaran sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Karena itu, ia mendorong agar pelaku UMKM mendapatkan stimulus dan pendampingan berkelanjutan sehingga mampu berkembang serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
"UMKM ini perlu kita stimulus. Dengan peningkatan kapasitas dan kemandirian usaha, diharapkan ke depan dapat memberikan kontribusi terhadap penambahan PAD daerah," ujarnya.
Menutup sambutannya, Misno kembali menyampaikan terima kasih kepada Generasi Muda Satu Atap dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis ini berharap kegiatan kolaborasi budaya lintas suku dapat terus dilaksanakan, mendapat dukungan pemerintah daerah, serta menjadi wadah memperkuat persaudaraan, melestarikan tradisi dan mendorong kemajuan masyarakat Kabupaten Bengkalis.
(Redaksi)




Posting Komentar