Loading...

Empat Inovasi AI PHR Sabet Penghargaan Nasional, Blok Rokan Makin Kokoh Jadi Pusat Keunggulan Digital




JAKARTA ( Detikperjuangan.id)  – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Empat inovasi digital berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan perusahaan berhasil meraih penghargaan dalam ajang Integrated Operation Centre (IOC) Forum & Hackathon Artificial Intelligence/Machine Learning (AI/ML) Hulu Migas 2026 yang diselenggarakan SKK Migas.


Capaian tersebut menjadi bukti komitmen PHR dalam mempercepat transformasi digital di industri hulu migas nasional. Berbagai inovasi yang dihadirkan terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasi, produktivitas, pengambilan keputusan berbasis data, sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.


Deputi Eksploitasi SKK Migas, Surya Widiantoro, mengatakan kompetisi ini digelar untuk melahirkan ide-ide inovatif dari kalangan profesional maupun akademisi guna menjawab tantangan industri hulu migas yang semakin dinamis.


Direktur Utama PHR, Muhamad Arifin, menegaskan pencapaian tersebut menunjukkan Blok Rokan telah berkembang menjadi pusat keunggulan inovasi digital di lingkungan Subholding Upstream Pertamina.


“Jika kita bicara digital innovation, Blok Rokan menjadi center of excellence-nya Subholding Upstream. Apa yang kita miliki menjadi benchmark dan anchor baik di tingkat zona maupun regional,” ujarnya.


Empat inovasi yang meraih penghargaan mencakup berbagai aspek operasi hulu migas. Tim C.O.R meraih Juara I kategori Surface KKKS–Implementation melalui platform AI-Driven Integrated Rig Support Services (i-RSS) yang mampu menurunkan Rig Non-Productive Time hingga 71 persen dan mengurangi kehilangan produksi minyak sebesar 76 persen.


Tim AI-Chemist 2.0 juga meraih Juara I kategori Subsurface–KKKS Implementation lewat solusi berbasis machine learning yang meningkatkan tingkat keberhasilan stimulasi kimia di Lapangan Duri Heavy Oil dari 55 persen menjadi 86 persen, sehingga berdampak signifikan terhadap peningkatan produksi minyak.


Prestasi lainnya diraih tim LandGuard yang menjadi Juara I kategori Surface–KKKS Proof of Concept melalui sistem pemantauan berbasis AI dengan citra satelit resolusi tinggi untuk mendeteksi aktivitas perambahan lahan secara otomatis. Inovasi ini berhasil menyelamatkan potensi produksi minyak sebesar 4.634 MBO sekaligus memperkuat perlindungan aset perusahaan.


Sementara itu, tim F.O.C.U.S meraih Juara III kategori Subsurface–KKKS Implementation melalui inovasi JORUN AI (Journey of Optimal Recovery and Unlocking New Potential). Platform pendukung keputusan berbasis AI tersebut mampu meningkatkan produktivitas pekerjaan fishing hingga 31 persen, menghemat biaya operasional, menurunkan emisi karbon sekitar 937 ribu ton CO₂, serta mencatat keberhasilan 244 pekerjaan fishing tanpa kegagalan selama implementasi pada Maret–Desember 2025.

Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan kemajuan teknologi, tetapi juga menunjukkan kuatnya kolaborasi lintas fungsi di lingkungan PHR, mulai dari tim subsurface, operasi produksi, engineering, hingga teknologi informasi dalam menghadirkan solusi atas tantangan operasional.


Ke depan, PHR akan terus memperluas implementasi teknologi AI pada berbagai layanan operasi hulu migas, seperti wireline, electric submersible pump (ESP), coiled tubing, fracturing, hingga manajemen logistik. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat posisi PHR sebagai pelopor transformasi digital industri hulu migas Indonesia sekaligus mendukung pencapaian target produksi migas nasional melalui operasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.(***) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama