JAKARTA ( Detikperjuangan.id) PT Patra Drilling Contractor (PDC) terus mempercepat transformasi digital dengan mengembangkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta daya saing perusahaan di tengah perkembangan industri energi yang semakin mengandalkan teknologi dan analisis data.
Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus dalam diskusi bertajuk "Pengenalan AI untuk Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Kerja" yang digelar di PDC Tower, Jakarta. Kegiatan menghadirkan Tribe Leader Big Project PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Ahmad R. Djarkasih, sebagai pembicara utama untuk berbagi pengalaman implementasi AI di berbagai sektor industri
Direktur Operasi & Marketing PDC, Agam Munawar, mengatakan perkembangan teknologi menuntut perusahaan untuk terus beradaptasi agar mampu menghadirkan proses bisnis yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data.
"Industri jasa penunjang energi menuntut kecepatan, akurasi, dan kemampuan mengambil keputusan berbasis data. AI menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu perusahaan meningkatkan kualitas proses bisnis sekaligus mendukung efisiensi operasional tanpa mengesampingkan aspek tata kelola dan keselamatan kerja," ujar Agam.
Saat ini, PDC mulai mengembangkan pemanfaatan AI untuk mendukung berbagai aktivitas bisnis, mulai dari evaluasi tender, analisis kontrak, pengolahan dokumen, hingga pemanfaatan data berbasis konteks dan Natural Language Processing (NLP) guna memperkuat aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE). Penerapan teknologi tersebut diharapkan mampu mempercepat proses kerja, meningkatkan akurasi analisis, serta menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih efektif.
Sementara itu, Manager ICT PDC, Harmeiya Habonaran Harahap, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan organisasi dalam membangun ekosistem digital yang terintegrasi.
"Transformasi digital bukan semata-mata tentang mengadopsi teknologi baru, tetapi juga membangun kesiapan organisasi melalui pengelolaan data yang baik, sistem yang terintegrasi dengan keamanan yang terpadu, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad R. Djarkasih memaparkan pengalaman Telkom Indonesia dalam mendampingi transformasi digital di berbagai sektor. Menurutnya, implementasi AI terbukti mampu meningkatkan efisiensi waktu dan biaya rata-rata hingga 49,1 persen, sekaligus membuka peluang penciptaan sumber pendapatan baru hingga 58 persen.
"Nilai terbesar AI bukan hanya pada otomatisasi pekerjaan, tetapi pada kemampuannya mengolah data menjadi informasi yang mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat, akurat, dan terukur," ungkap Ahmad.
Melalui pengembangan teknologi AI, PDC menegaskan komitmennya untuk membangun proses bisnis yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Perusahaan juga akan terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia, kesiapan infrastruktur digital, serta tata kelola data sebagai fondasi transformasi digital yang berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan bisnis dan memperkuat daya saing di industri jasa penunjang energi. (***)



Posting Komentar