JAKARTA ( Detikperjuangan.id) – PT Patra Drilling Contractor (PDC) terus mendorong inovasi di sektor jasa penunjang energi dengan mengembangkan teknologi dual fuel system pada alat berat. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi dalam operasional perusahaan.
Sebagai tahap awal, PDC akan melakukan uji coba teknologi tersebut pada dua unit alat berat selama satu bulan pada tahun 2026. Proyek percontohan ini menjadi langkah awal untuk mengukur keandalan sistem sebelum diterapkan secara lebih luas.
Direktur Operasi & Marketing PDC, Agam Munawar, mengatakan pengembangan teknologi dual fuel merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan solusi operasional yang lebih efisien, adaptif, dan berkelanjutan di tengah tantangan industri energi yang terus berkembang.
"Efisiensi operasional menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Melalui uji coba dual fuel system, kami ingin mengukur sejauh mana teknologi ini mampu menekan konsumsi bahan bakar tanpa mengurangi keandalan maupun performa alat berat dalam mendukung kegiatan operasional," ujar Agam.
Teknologi dual fuel system mengombinasikan penggunaan solar dan Compressed Natural Gas (CNG) melalui perangkat converter kit yang menginjeksikan gas ke ruang bakar secara terkontrol. Berdasarkan hasil pengujian awal, sistem ini berpotensi menurunkan konsumsi solar hingga 40 persen pada setiap unit alat berat tanpa mengurangi torsi yang dibutuhkan saat beroperasi.
Pada tahap awal, implementasi difokuskan pada unit trailer dan excavator yang memiliki tingkat risiko operasional relatif lebih rendah. Selama masa uji coba, perusahaan akan melakukan pemantauan menyeluruh terhadap aspek keselamatan, keandalan sistem, serta performa operasional sebagai bahan evaluasi sebelum pengembangan lebih lanjut.
Jika proyek percontohan menunjukkan hasil optimal, PDC menargetkan penerapan teknologi dual fuel secara bertahap pada unit alat berat lainnya untuk mendukung berbagai proyek energi dan infrastruktur.
Menurut Agam, inovasi tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan efisiensi biaya operasional perusahaan, tetapi juga membuka peluang optimalisasi pemanfaatan gas domestik yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Selain meningkatkan efisiensi operasional, kami melihat teknologi ini memiliki potensi mendukung optimalisasi pemanfaatan sumber daya gas nasional. Ke depan, pengembangan ekosistem CNG di sektor industri diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga mendukung agenda transisi energi yang tengah didorong pemerintah," katanya.
Melalui pengembangan teknologi dual fuel, PDC menegaskan komitmennya memperkuat transformasi operasional yang berorientasi pada efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan. Inisiatif ini diharapkan mampu menghadirkan model operasional alat berat yang lebih hemat energi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri jasa penunjang energi di Indonesia.
Jika diinginkan, saya juga dapat �membuat versi berita ini dengan gaya yang lebih cocok untuk media online (lebih ringkas, SEO-friendly, dan menggunakan lead yang lebih kuat). (***)




Posting Komentar