BENGKALIS (Detikperjuangan.id) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis terus memperkuat perannya sebagai lembaga pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan. Melalui program pembinaan kepribadian dan kerohanian yang menyeluruh, Lapas Bengkalis menghadirkan ruang yang aman dan inklusif bagi seluruh warga binaan untuk memperbaiki diri tanpa membedakan latar belakang agama dan keyakinan.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyediaan fasilitas ibadah yang lengkap serta terciptanya suasana toleransi yang harmonis di lingkungan lapas. Bagi warga binaan beragama Islam, Masjid Al-Ihsan menjadi pusat pembinaan spiritual sekaligus pembentukan karakter. Melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Lapas Kelas IIA Bengkalis secara rutin menyelenggarakan program pesantren yang membekali warga binaan dengan pendidikan agama, pembelajaran Al-Qur'an, serta kajian akhlak dan moral.
Hak beribadah juga diberikan secara setara kepada warga binaan non-Muslim. Lapas menyediakan gedung gereja yang representatif bagi umat Kristiani dengan pembinaan rohani yang didukung oleh Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis melalui pelayanan pendeta dan pembimbing rohani. Selain itu, tersedia pula fasilitas klenteng bagi warga binaan beragama Buddha maupun Konghucu, sehingga seluruh warga binaan memiliki ruang yang layak untuk beribadah, melakukan introspeksi diri, dan memperkuat nilai-nilai spiritual.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan.
"Apabila pondasi spiritual telah terbentuk dengan kuat, kesadaran dan perilaku positif untuk kembali menjadi warga masyarakat yang baik akan tumbuh secara alami," ujar Priyo.
Menurutnya, pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu membentuk pribadi warga binaan yang lebih baik, sehingga siap kembali ke tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.
Melalui sinergi dengan berbagai pihak serta pelayanan keagamaan yang diberikan secara merata kepada seluruh pemeluk agama, Lapas Kelas IIA Bengkalis terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang humanis, toleran, dan penuh harapan. Dari masjid, gereja hingga klenteng yang berdiri di lingkungan lapas, semangat memperbaiki diri dan mempererat persaudaraan terus dipupuk demi mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh warga binaan.(***)



Posting Komentar