Loading...

PHR Perkuat Kelistrikan Lapangan Libo, Kapasitas Gardu Induk Naik Dua Kali Lipat Demi Jaga Produksi Migas

 


Keterangan foto: PHR meresmikan Libo Substation Upgrade yang kini memiliki total kapasitas daya 24,5 MVA setelah mendapat tambahan daya sebesar 14 MVA. Proyek ini sukses memperluas kapasitas daya kelistrikan secara signifikan guna memperkuat keandalan pasokan listrik dan mengamankan operasional di area Libo South East dan sekitarnya.(PHR) 



LIBO ( Detikperjuangan.id) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus memperkuat infrastruktur penunjang untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak dan gas bumi di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas gardu induk (substation) di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau, melalui proyek Libo Substation Upgrade.


Proyek yang rampung pada Maret 2026 itu berhasil meningkatkan kapasitas gardu induk dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA atau bertambah 14 MVA. Penguatan sistem kelistrikan ini menjadi fondasi penting dalam mendukung pengembangan sumur-sumur baru sekaligus menjaga keandalan produksi migas di kawasan Libo Southeast yang saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan PHR.


General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan pasokan listrik yang andal merupakan faktor penting dalam memastikan seluruh fasilitas produksi dapat beroperasi secara optimal.


"Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional," ujar Andre, Senin (13/7/2026).


Menurutnya, peningkatan kebutuhan listrik sejalan dengan bertambahnya aktivitas pemboran, pengoperasian sumur produksi, hingga sumur injeksi. Berbagai peralatan seperti Electrical Submersible Pump (ESP) dan Water Injection Pump (WIP) membutuhkan suplai listrik yang stabil agar proses produksi berlangsung secara maksimal.


Andre menambahkan, proyek tersebut juga menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara PHR dan PT Indokomas Buana Perkasa sebagai kontraktor EPC. Proyek berhasil diselesaikan dua bulan lebih cepat dari target dalam Work Program & Budget (WP&B) 2025 yang semula dijadwalkan selesai pada Mei 2026.


Selain meningkatkan kapasitas daya, proyek ini juga mencakup pemasangan transformator berkapasitas 14 MVA, voltage regulator 1,4 MVA, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, serta penarikan jaringan kabel distribusi sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Seluruh fasilitas telah melewati proses pengujian dan commissioning sebelum beroperasi penuh.


Keberhasilan penyelesaian proyek tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius. Ia menilai penguatan infrastruktur kelistrikan menjadi langkah strategis dalam mendukung keandalan operasi dan pencapaian target produksi migas nasional.


"Infrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat dan efisien demi keandalan produksi," ujarnya.



Melalui peningkatan kapasitas gardu induk ini, PHR menegaskan bahwa keberhasilan menjaga ketahanan energi nasional tidak hanya bergantung pada pengeboran sumur baru, tetapi juga pada penguatan infrastruktur pendukung yang memastikan seluruh sistem operasi berjalan aman, andal, dan berkelanjutan.



Dengan kapasitas kelistrikan yang kini lebih besar, Lapangan Libo diharapkan mampu menopang peningkatan produksi migas WK Rokan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pemenuhan kebutuhan energi nasional.(***) 


 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama