Loading...

Transformasi Alun-Alun Tanjung Sawit, Dari Lapak Sederhana Jadi Ikon Ekonomi Desa di Riau

 


Caption : Alun-Alun di Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, kampar  ramai dikunjungi masyarakat pada malam hari. Suasana yang rapi dan nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama untuk berbelanja atau sekedar bersantai bersama keluarga.(PHR) 



PEKANBARU ( Detikperjuangan.com) – Wajah Alun-Alun Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, kini berubah drastis. Kawasan yang sebelumnya dipenuhi lapak sederhana berupa gerobak kayu dan tenda seadanya, kini menjelma menjadi pusat kuliner dan ekonomi kreatif yang tertata rapi.

Perubahan tersebut tidak hanya menghadirkan estetika, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan ekonomi masyarakat desa. Transformasi ini terjadi setelah adanya intervensi program pengembangan UMKM dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Ketua Kelompok UMKM Alun-Alun Tanjung Sawit, Pariana (50), mengungkapkan bahwa sebelum dilakukan penataan, para pedagang kerap menghadapi kendala, terutama saat musim hujan.


“Dulu kami berjualan seadanya. Kalau hujan, pembeli hampir tidak ada karena tempatnya tidak nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat potensi ekonomi kawasan yang sebenarnya memiliki fasilitas jogging track dan taman bermain tidak berkembang optimal.


Perubahan signifikan mulai terlihat ketika PHR memberikan dukungan berupa pembangunan 15 booth UMKM yang layak, serta program peningkatan kapasitas bagi para pelaku usaha. Meski demikian, Pariana mengakui bahwa tantangan tidak berhenti pada bantuan fisik semata.


Ia harus meyakinkan para pedagang untuk beradaptasi dengan standar baru, termasuk kebersihan dan higienitas yang awalnya dianggap menyulitkan.
Melalui pendekatan persuasif serta pelatihan sanitasi makanan yang difasilitasi PHR, para pelaku UMKM mulai berbenah. Mereka juga didorong untuk berinovasi dalam produk agar memiliki daya saing yang lebih kuat.
Hasilnya, perubahan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan. Rata-rata omzet pedagang kini mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan, bahkan tetap stabil meski dalam kondisi cuaca kurang bersahabat.
Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, menyebut keberhasilan ini sebagai bukti nyata kolaborasi yang efektif.


“Transformasi Alun-Alun Tanjung Sawit menunjukkan bahwa dukungan yang tepat, disertai semangat perubahan dari masyarakat, mampu menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.


Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan PHR juga membawa dampak lebih luas. Desa Tanjung Sawit berhasil meraih predikat Desa Terbaik Provinsi Riau Tahun 2025 berdasarkan SK Gubernur Riau Nomor: Kpts 597/V/2025.
Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana penataan kawasan dan pemberdayaan UMKM dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.(***) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama