BENGKALIS ( Detikperjuangan.id) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pemenuhan hak warga binaan. Melalui program "Jumat Curhat" yang digelar pada Jumat (31/7), pihak lapas membuka ruang dialog langsung bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk memberikan informasi sekaligus menjawab berbagai pertanyaan terkait hak integrasi.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan ini difokuskan pada sosialisasi prosedur pengurusan hak integrasi, seperti Cuti Bersyarat (CB), Pembebasan Bersyarat (PB), serta mekanisme pemberian remisi. Para warga binaan tampak antusias memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai persyaratan dan tahapan pengajuan hak-hak mereka.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, didampingi Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik (Binadik), Boy Fernandes, hadir langsung memberikan penjelasan sekaligus menanggapi setiap aspirasi yang disampaikan oleh warga binaan.
"Jumat Curhat ini merupakan wadah transparansi layanan kami. Kami ingin memastikan seluruh warga binaan memperoleh informasi yang benar, jelas, dan utuh mengenai layanan integrasi serta program pembinaan. Hak seperti remisi, Cuti Bersyarat, maupun Pembebasan Bersyarat dapat diperoleh sepanjang memenuhi persyaratan administratif dan substantif yang telah ditetapkan," ujar Priyo.
Dalam kesempatan itu, petugas juga mengingatkan bahwa pemenuhan hak integrasi tidak hanya bergantung pada kelengkapan administrasi, tetapi juga ditentukan oleh sikap dan perilaku warga binaan selama menjalani masa pidana. WBP diimbau untuk menjaga kelakuan baik, menaati tata tertib, serta aktif mengikuti seluruh program pembinaan yang diselenggarakan di dalam lapas.
Melalui program Jumat Curhat, Lapas Kelas IIA Bengkalis berharap komunikasi antara petugas dan warga binaan semakin terbuka, sehingga tercipta kepastian hukum, peningkatan kualitas pelayanan, serta motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.(***)




Posting Komentar